Info Sekolah
Selasa, 21 Apr 2026
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
  • Madrasah Islami, Berteknologi, Berwawasan Lingkungan Dan Berakhlaqul Karimah. PTSP=>CERIA (Cepat, Efisien, Ramah, Inovatif, Akuntabel)
9 April 2026

Wujudkan kemajuan Madrasah, Kepala MTsN 2 Lamongan Pimpin Doa di Rakorev Se-Jatim

Kam, 9 April 2026 Dibaca 65x Kabar Pimpinan / Prestasi Madrasah

Bojonegoro – Suasana khidmat menyelimuti pembukaan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Se-Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Wilker Bojonegoro pada 8–9 April 2026.

Dalam momen pembukaan tersebut, Ust. Asman, S.Ag. M.Pd yang menjabat Sebagai Kepala MTsN 2 Lamongan, dipercaya untuk memimpin Pembacaan Doa. Dengan penuh kekhusyukan, beliau memohon agar pertemuan besar ini senantiasa mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allah SWT. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk harapan agar hasil evaluasi ini membawa dampak nyata bagi kemajuan institusi pendidikan Madrasah di wilayah Jawa Timur.

Fokus pada Output dan Evaluasi Nyata
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, termasuk Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr.Akhmad Sruji Bahtiar . Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa Rakorev bukan sekadar acara seremonial tahunan.
“Setiap kegiatan evaluasi harus mampu menjawab apa yang dievaluasi, bagaimana hasilnya, serta apa tindak lanjut yang akan dilakukan ke depan,” tegas Akhmad Sruji Bahtiar.

Apresiasi Tuan Rumah
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTsN Jawa Timur, Nasrulloh, dan disambut hangat oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Bojonegoro, Amanulloh. Sebagai tuan rumah, Amanulloh menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Bojonegoro sebagai lokasi pertemuan penting para kepala madrasah ini.
Rakorev ini menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh kepala MTsN se-Jawa Timur untuk menyamakan persepsi, memperbaiki kekurangan, dan menyusun strategi demi meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang lebih kompetitif dan berintegritas.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar