Lamongan, 23 Agustus 2025 — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Lamongan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Napak Tilas Mbah Bayapati yang diselenggarakan oleh Panitia HUT ke-80 RI Kecamatan Glagah.
Dalam acara ini, MTsN 2 Lamongan mengirimkan tujuh delegasi untuk menelusuri jejak sejarah penyebar agama Islam yang makamnya berada di Desa Medang, Kecamatan Glagah.Tujuh delegasi dari MTsN 2 Lamongan yang ditugaskan dalam napak tilas ini adalah Mahendra, Surakman, Effendi, Mursyid, Arif, Muhaimin, dan Zainul.
Keikutsertaan mereka bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang sejarah lokal dan nilai-nilai keagamaan yang diwariskan oleh Mbah Bayapati, atau yang dikenal juga dengan nama Syekh Abdus Somad.Kisah Mbah Bayapati merupakan narasi turun-temurun yang sangat dikenal di Lamongan. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah tersebut, khususnya di sekitar Desa Medang.
Salah satu cerita yang paling melegenda adalah saat Mbah Bayapati diselamatkan oleh ikan lele dari pengejaran musuh. Sebagai bentuk rasa terima kasih, Mbah Bayapati lantas berpesan kepada warga Desa Medang dan keturunannya agar tidak mengonsumsi ikan lele.”Mitos atau kepercayaan yang ada di masyarakat memang semacam itu,” ungkap Navis Andurrouf, seorang pemerhati budaya Lamongan. “Karena merasa diselamatkan, Mbah Bayapati memberikan pesan dan mewanti-wanti warga Desa Medang dan turunannya agar tidak makan lele.”Makam Mbah Bayapati di Desa Medang menjadi salah satu destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi. Di area makam, terdapat sebuah sendang yang diyakini sebagai tempat Mbah Bayapati diselamatkan oleh ikan lele. Berkat perannya dalam menyebarkan Islam, makam Mbah Bayapati kini menjadi salah satu benda cagar budaya di Lamongan yang diakui secara resmi oleh SK Bupati.
Bahkan, untuk mengenang sosoknya, kisah Mbah Bayapati pernah dipentaskan dalam pagelaran seni dan budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, dengan judul ‘Danurekso Sang Duto’.Asman, S.Ag, M. Pd selaku Kepala MTsN 2 Lamongan turut aktif mensuport delegasi Madrasah dan dia berharap napak tilas ini dapat menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan para siswa terhadap warisan budaya dan sejarah yang ada di daerah mereka, serta memperkuat pemahaman akan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.
Leave a Comment